|

Potong Gaji PPS, KPU Halsel Diminta Copot PPK Bacan Barat Utara






LABUHA,BRINDOnews.com - Miris nasib para panitia pemungutan suara (PPS) Desa Jojame Kecamatan Bacan Barat Utara, PPK setempat diduga melakukan pemotongan pemotongan gaji staf PPS di desa masing-masing yang ada di hampir 8 desa yang ada di kecamatan Bacan Barat Utara. Sebagaimana yang diakui salah satu staf PPK desa jojame bernama Marege ST kepada wartawan Rabu 22/2 via handphone.

Kata dia, awal pemotongan gajian pertama pada bulan november tahun 2017 senilai Rp. 150,000 dari total honor/gaji Rp. 750,000. - Pemotongan ke dua gajian ke dua di bulan desember 2017 senilai Rp. 100,000 dengan alasan tidak ada uang operasional PPK. " Kami bingung pemotongan alasan tidak ada operasional PPK."bebernya

Kondisi tersebut membuat warga jojame mendesak KPUD Halsel melalui Kordinator Daerah (KORDA) wilayah Bacan barat utara Antoni Nurdin agar mencopot 5 PPK di kecamatan Bacan Barat utara tersebut. " Kami minta KPUD Halsel dalam hal ini Kordinator Daerah (Korda) wilayah Bacan barat utara, Bapak Antoni Nurdin Komisioner KPUD Halsel agar mengevaluasi lima komisioner PPK Bacan barat utara. Kami tidak mau lantaran masalah ini Penyelenggara pemilu bentrok. "tegas salah satu warga Jojame Amrul Doturu
Dikonfirmasi via telpon genggamnya,

Sementara Komisioner KPU Halsel Antoni Nurdin mengaku sudah mengetahui masalah tersebut, namun saat dikroscek dilapangan pengakuan PPK tidak melakukan pemotongan tersebut. Meski demikian lanjut Antoni dirinya mengimbau anggota PPS dapat melaporkan masalah tersebut secara resmi agar pihaknya bisa menuntaskan sesuai mekanisme.

" saya sudah cek di lokasi, hasilnya tidak ada kasus pemotongan gaji PPS, jangan cuman pernyataan jika benar laporkan ke kami disertai barang bukti, agar kami tindaklanjut." tutupnya. (echa/brn)


Komentar

Berita Terkini