|

Pasca Ditetapkan Tersangka, KPK Geledah Kediaman Bupati Haltim


Susana Penggeladahan Kantor Bupati Haltim, oleh KPK

TERNATE,BRINDOnews.com – Pasca ditetapkan tersangka kasus suap, Komisi pemberantasan Korupsi kembali melakukan penggeledahan kediaman dan kantor Bupati Haltim untuk mencari bukti tambahan untuk menjebloskan Bupati Haltim Rudy Erawan ke jeruji besi.

Berdasarkan informasi yang diterima reporter Brindonews.com, sekitar pukul 10.15 Wit, Senin (5/2/2018) Penggeledehan KPK di kediaman dan kantor Bupati Haltim melibatkan keamanan ketat dari pihak polisi.

Sebelumnya bupati Haltim ditetapkan tersangka pada tanggal 3 Januari 2018 dan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b, atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Berdasarkan hasil putusan pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan negeri nomor 129/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Jkt.Pst, yang memvonis  Amaran Mustary terbkti melakukan tindak pidana korupsi juga melibatkan sejumlah korntarktor besar di maluku Utara, dinataranya Budi lem, Jhony Laos,Hamito Payapo Qurays Lufi, Tony laos. Nama-nama kontraktor juga sudah pernah diperiksa KPK sebagai saksi kasus suap PUPR.

Sebelumnya kesaksian  Imran S. Djumadil selaku saksi  dalam persidangan bahwa pada bulan Agustus tahun 2015 terdakwa Amran Hi. Mustary meminta Imran S. Djumadil untuk mengantarkan terdakwa menemui Rudi Erawan di parkiran Basment Delta Spa Pondok Indah Jakarta.

Saat itu juga Rudi Erawan mendekati mobil yang di tumpangi Amran Hi. Mustari dan Imran S.Djumadil, terdakwa Amran Hi. Mustari meminta kepada Imran S. Djumadil untuk memberikan tas yang berisi uang senilai Rp 2.600.000.000.00 kepada Rudi Erawan.

Masih menurut Imran S. Djumadil pada tanggal 27 November Tahun 2015 di Hotel Ambarak.  Imran S. Djumadil pernah diminta Amran Hi. Mustari selaku Kepala BPJN IX Maluku-Maluku Utara untuk menyampaikan permintaan dana kepada Abdul Khoir melalui telpon seluler, dalam percakapan tersebut, terdakwa meminta kepada Abdul Khoir untuk memberikan bantuan dana senilai Rp 500 juta kepada Rudi Erawan dalam rangka bantuan untuk Pemilihan Bupati Haltim, karena yang bersangkutan Rudi Erawan juga sebagai calon Bupati. Dengan hasil percakapan tersebut Abdul Khoir langsung memberikan uang 500 juta tersebut.(tim/red)  



Komentar

Berita Terkini