|

Guru Tuding Kadisdikbud Morotai Sengaja Perlambat Pembayaran Tamsil

Kadisdikbud Pulau Morotai  F Revi Dara 


MOROTAI, BRINDOnews.com - Sejumlah guru menuding Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pulau Morotai sengaja memperlambat pembayaran Tambahan Penghasilan Guru (Tamsil). Sebab, seharusnya para guru menerima Tamsil pada Desember 2017, sayangnya tahun ini sudah masuk bulan ke dua 2018. Disdikbud tidak kunjung membayar tambahan penghasilan guru tersebut.

"Di tahun 2016 Tamsil tidak ada tunggakan, tapi di tahun 2017 sudah masuk bulan ke dua 2018 Tamsil masi tertunggak, kami juga tidak tau, kendalanya dimana, sehingga Disdikbud belum membayar Tamsil, "kata sala satu guru  kepada BRINDOnews.com menolak namanya dikorankan, Senin (19/2/2018).

Dia menjelaskan, tambahan penghasilan guru diterima tiga bulan sekali dan nilainya Rp 750 ribu/orang dan setiap tahun berjalan Tamsil diterima sebanyak empat kali. Namun di tahun 2017 Tamsil baru diterima tiga kali. "Kami sebagai guru uang sebesar Rp 750 ribu nilai sangat berharga buat kami. Jadi kami hanya berharap secepatnya Tamsil yang tertunggak itu secepatnya dilunasi, "harapnya.

Sementara Kadisdikbud, F Revi Dara saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa Tamsil para guru belum dapat terbayar. Hal ini disebabkan karena pemerintah pusat belum mentransfer anggaran yang dimaksud. "Tamsil itu sumber anggarannya dari APBN, jadi pemerintah pusat belum transfer anggarannya sehingga kami belum dapat membayarnya, "imbuhnya.

 Dia mengakui, apa yang dirasakan guru juga ikut dirasakannya. Namun dia tidak dapat berbuat banyak, namun dia memastikan jika anggarannya sudah ada, maka Tamsil yang tertunggak itu segera dilunasi. "Saya harap para guru dapat bersabar, "pintanya. (Fix)

Komentar

Berita Terkini