|

Gubernur Kaget Saat KPK Menggeledah Kediaman Bupati Haltim



Gubernur Provinsi Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba
SOFIFI,Brindonews.com - Pemerintah Provinsi Maluku Utara merasa kaget saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mentapkan Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan sebagai tersangka dan menggeledah kediaman serta kantor bupati.

“ Saya kaget ketika membaca beberapa media terkait penetapan Rudy Erawan Sebagai tersangka kasus PUPR tahun 2015, ungkap gubernur Malut Abdul Gani Kasuba kepada wartawan belum lama ini”.

Masalah yang menimpa bupati Haltim sebagai contoh bahwa KPK sangat serius memberantas korupsi di Indonesia khususnya Provinsi Maluku Utara. Olehnya itu dirinya mengimbau kepada kepala daerah baik itu bupati, Wali Kota dan Dewan Perwakila rakyat untuk sangat berhati-hati menggunakan anggaran.

“ Bukan hanya Bupati dan wali kota tetapi saya selaku gubernur sangat hati-hati dalam penggunaan anggaran” imbuhnya.

 Sebelumnya bupati Haltim ditetapkan tersangka pada tanggal 3 Januari 2018 dan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b, atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Berdasarkan hasil putusan pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan negeri nomor 129/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Jkt.Pst, yang memvonis  Amaran Mustary terbukti melakukan tindak pidana korupsi. (ces/red)



Komentar

Berita Terkini