|

Empat Paslon Ikrarkan Kampanye Damai dan Hindari Isu Sara



TERNATE, BRINDOnews.com – Empat pasangan calon (Paslon) gubernur  wakil gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) mengucapkan ikrar deklarasi damai pemilihan yang dihelat pada 27 Juni 2018. Ikrar ini disampaikan pada kegiatan Deklarasi Pilkada Damai sekaligus Launching Maskot dan Jingle yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut, Minggu (18/2/2018) didepan Landmark Kelurahan Muhajirin Kecamatan, Kota Ternate Tengah.

Ketua KPU Provinsi Malut, Syahrani Sumadayo dalam sambutunya mengatakan, paslon yang akan melaksanakan kampanye nanti, hanya dapat menyampaikan visi dan misi pada program 5 (lima) tahun kedepan jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur  periode 2018-2023.

“Ini dilakukan agar setiap tim kampanye setiap saat dapat melihat ikrar kampanye damai yang sudah ditandatangani dengan begitu, kampanye damai dapat diwujudkan,” ucapnya.

Lanjut Syahrani, masyarakat  diminta untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan pesta demokrasi. Sebab dalam kampaye nanti akan melibatkan masyarakat banyak sehingga penyampaiannya cukup program lima tahun dalam membangun Maluku Utara kedepan.

“Ini Pesta rakyat, mari kita bergembira untuk memilih. Meski berbeda pilihan tetapi kita semua adalah warga masyarakat Maluku Utara. Pemilih berdaulat maka negeri ini kuat. Seperti moto Pilkada 2018 ini semori memilih dan sigaro membangun,” imbuhnya.

Berikut ikrar pilkada damai pilgub 2018 ini ditandatangani empat Paslon diantaranya, paslon nomor urut Satu, Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI), nomor urut dua, H. Burhan Abdurrahman-Ishak Jamaluddin (Bur-Jadi), nomor urut tiga, KH. Abdul Ghani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) serta pasangan nomor urut empat, Muhammad Kasuba-Madjid Husen (MK-MAJU). “Lima poin ikrar pilkada damai ini dibacakan secara serentak empat pasangan calon,” ujar Syahrani.

Adapun lima poin atau item ikrar tersebut meliputi, Kami, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Malt tahun 2018, beserta tim kampanye, relawan, pendukung, dengan semangat persatuan dan kesatuan serta persaudaraan, berjanji pada masyarakat bahwa:
1.    Akan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
2.    Siap menciptakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Maluku Utara tahun 2018 yang Demokratis, Damai, Berintegritas, dan Bermartabat.
3.    Menolak politik uang, politisasi SARA, dan Hoax, serta santun dalam melakukan kampanye, tanpa kampanye hitam
4.    Tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan
5.    Siap terpilih dan merangkul yang tidak terpilih, serta siap tidak terpilih dan mendukung yang terpilih, demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara. (Shl/red).
Komentar

Berita Terkini