|

Sebelum Tembak Mati Pelaku Diancam

Halek: Kami Akan Laporkan Ke Mabes Polri 


LABUHA, BRINDOnews.com –  Pernyataan yang disampaikan Polres Halsel terkait alasan penembakan tersangka Residivis, Jefri Papilaya hingga tewas diduga ada kelalaian kembali dibantah pihak keluarga korban.

Sebelum tersangka di tembak dari jarak dekat, tersangka lebih dulu di aniaya anggota polisi di tempat kejadian perkara, bahkan tidak ada tembakan peringata. “ Saya liat sendiri bagaimana suami saya di siksa sebelum di tembak dari jarak dekat. Mereka menambak melepaskan timah panas di bagian dada suami saya,” ungkap Istri Korban, Ufi Tuwara (18) kepada sejumlah wartawan, Minggu (28/1/2018).

Keterangan yang disampaikan Kapolres itu semuanya bohong. Yang pasti tidak ada peringatan dan suami saya tidak memegang sebilah parang yang mencoba menyerang polisi. Semua penyataan itu tidak sesuai fakta dilapangan.

Hal yang sama di sampaikan Chalik Ahmad yang juga keluarga korban mengatakan, tidak terima dengan perlakuan Polres Halsel. Kasus ini akan dilaporkan di Mabes Polri. “Kalau alasannya Standart Operational Procedur (SOP) kenapa harus ada pengakuan salah tembak,” tanya Chalik

Tempat Kejadian Perkara Penembakan Residivid Hingga Tewas, Saat di Pasang Polish Lne

“Fatalnya lagi, apa yang disampaikan tidak sesuai kejadian dilapangan. Kami menduga saudara kami sengaja dilenyapkan. Seharusnya saksi kunci dilindungi demi mengungkapkan pelaku lainnya, namun yang terjadi malah sebaliknya,” bebernya.

Bukan hanya itu, ada dugaan kuat pihak polisi juga ikut terlbat. Sebab sebelum almarhum meninggal, dirinya (Jefri Papilaya) pernah menceritakan bahwa yang bersangkutan pernah diancam oleh beberapa oknum.” Ada beberapa oknum yang mengancam almarhum sebelum insiden terjadi,” akunya

Sebelumnya, dalam release Polres  yang dikirim ke wartawan, Kapolres Halsel AKBP. Ifan S.P. Marpaung mengatakan, kejadian ini berawal dari laporan masyarakat bahwa DPO kasus pencurian berada pada salah satu rumah warga di Desa Kampung Makian. Tim Buser Polres Halsel langsung mendatangi TKP. Setelah melakukan pengintaian disekitar lokasi rumah, untuk memastikan pelaku berada di lokasi, Buser mulai melakukan penggrebekan, namun pada saat itu terlihat tersangka sedang memegang sebilah parang untuk melakukan perlawanan.

“Atas nama Undang-undang, pelaku diminta menyerahkan diri namun tak indahkan. Kami terpaksa menembak,“ terang Kapolres dalam release yang dikirim ke wartawan Jumat, 26/1/2018 kemarin. (echa'L/red).
Komentar

Berita Terkini