|

Resmi Deklarasi, MK-Majhu Paparkan Bagaimana Cara Mensejatherakan Masyarakat



TERNATE,BRINDOnews.com – Selesailah sudah Pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur Malut, Muhammad Kasuba dan Madjid Husen (MK-Majhu) dalam agenda deklarasi paslon yang dipusatkan di lapangan Kelurahan Sango Kecamatan Ternate Utara, Minggu (7/1/2018).

Deklarasi paslon ini dihadiri masing-masing perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat, dinatarnya Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal, Ketua OKK DPP PAN Yandri Susanto, hadir juga ketua DPD Partai Gerindra, serta seluruh DPC masing-masing partai.

Calon Gubernur Malut, Muhammad Kasuba dalam orasi politiknya mengatakan, daerah ini membutuhkan seorang pemimpin yang berani mengembalikan kejayaan sebelumnya,untuk mengantarkan Maluku Utara sebagai salah satu kawasan yang kuat.  

“ Maluku Utara harus kembali menjadi kuat, tidak boleh lemah, sakit, dan tidak boleh menjadi objekan dari kawasan sebesar timur Indonesia yang pernah berjaya dimasanya ", ucapnya

Kata dia, setelah tiga tahapan perencanan yang dibangun Halmahera Selatan ditengah-tengah konflik besar dari keterpurukan masyarakat mulai mengantarkan Halsel sebagai basis sosialnya dengan diistilahkan Ricafree Social  “, tutunya.

Menurutnya, untuk membangun Maluku Utara kurun waktu 5 (Lima) tahun kedepan, membutuhkan sebuah konsep yang terpadu guna lebih mengedepankan infastruktur sesuai rancangan konsep yang disusun. “ Selama dua periode saya terapkan di Halmahera Selatan, hasilnya sudah dipetik dan dinimkati masyarakat. “ Saya dan pak Madjid dengan mimpi yang sama akan membangun Maluku Utara kedepan dengan sistem pemerintahan yang bersih “, ujarnya.

Lanjut dia, sebagai saudara kandung Abdul Gani Kasuba, saya tidak akan mundur bertarung dengan siapapun dia, politik harus mengedepankan visi dan misi untuk membangun daerah lebih baik kedepan.

Calon Wakil Gubernur Maluku Utara, Madjid Husen menambahkan masyarakat Malut sudah seharusnya sejathera, dengan jumlah anggaran pertahunnya mengalami peningkatan, akan tetapi pemerintah tadak mampu mengelolah dengan baik yang itu berdampak buruk di kalangan masyarakat.

“ Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Maluku Utara ditahun 2017 mengalami kenaikan senilai Rp. 2,4 Terliun dari sebelumnya Rp. 2,3 triliun. Ini berarti APBD Malut mengalami tambahan kurang lebih Rp. 100 Miliar “, katanya.

Kata dia, jika MK-Majhu terpilih nanti ak memperbaiki sistim pemerintahan yang lebih baik lagi dari sebelumny. “ Ada apa sebenarnya, APBD yang bagitu besar mampu dikelola dengan baik “, ujarnya. (emis/red)

Komentar

Berita Terkini