|

Polda Malut Tindaklanjut Instruksi Kapolri

Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar

TERNATE, BRINDOnews.com - Meskipun Polda Maluku Utara (Malut) telah masuk posisi teraman dari 33 Polda yang ada di seluru Indonesia saat ini, namun Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian masih memberikan catatan tersendiri untuk Kapolda Malut Brigadir Jenderal Polisi Achmat Juri untuk melakukan pemberantasan minuman keras jenis cap tikus yang salama ini menjadi keresahan di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti instruksi orang nomor satu di Polri saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) dan peresmian samsat apung pertama di Indonesia, Sabtu (27/1/2018) kemarin, kini Kapolda kemabali mengeluarkan instuksi terhadap sembilan polres yang ada di 10 Kabupaten dan Kota untuk tetap meberantas habis miras jenis cap tikus.

“Meskipun ini sudah menjadi agenda rutin di seluruh Polres, namun pak Kapolda telah mengingstruksikan agar lebih intensif lagi yang bersasaran pada pengedar atau pabrik cap tikus sehingga kedepannya itu cap tikus bisa terhapus,” ungkap Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Achmat Juri melalui Kabid Humas AKBP Hendry Badar ketika dikonfirmasi wartawan Senin (29/1/2018) di ruang kerjanya.

Hendry  menegaskan, saat ini ada empat polres di Malut yakni Polres Halmahera Selatan (Halsel), Halmahera Utara (Halut), Halmahera Barat (Halbar) dan Polres Tikep terus melakukan pemeriksaan secara ketat di seluruh pelabuhan untuk mengantisipasi masuknya dan keluarnya miras dari Kabupaten ke Kota lainya di Malut.

“ Kegiatan seperti itu sudah dilakukan secara terus menerus oleh Polres mapun Polsek di seluruh wilayah khususnya di Malut,” kata Hendri

Atas nama Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Achmat Juri, melalui Kabid Humas mengajak kepada seluruh masyarakat di wialayah Malut untuk bersama-sama dengan aparat keamanan dalam melakukan pemberantasan minuman keras, karena aparat keamanan tidak akan bekerja sendiri jika tidak ada dukungan atau keterlibatan dari masyarakat.

“Kalau ada masyarakat yang mengetahui dimana lokasi pembuat miras silahkan laporkan ke kita untuk di tindaklanjuti, sebab, miras ini merupakan salah satu pemicu terjadinya tindakan kriminal maupun perkelahian antara kampung baik di Ternate mapun Kabupaten Kota lainya,” tutupnya (Shl/red)


Komentar

Berita Terkini