|

Nasib Honorer K2 Tergantung Regulasi


Foto : Komisi I Dekot Ternate Saat Foto Bersama Usai Konsultasi


TERNATE, BRINDOnews.com - Nasib guru Honorer Kategori Dua (K2) Kota Ternate belum ada kepastian kapan diakomodir sebagai Pegawai Negeri Sippil (PNS) ataukah harus mengikuti tahapan tes kembali. Ketidakpastian terungkap melalui hasil kunjungan Komisi I DPRD Kota Ternate saat konsultasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 69, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).

Wakil Ketua Komisi I Junaidi Bahrudin mengatakan, untuk menindak lanjuti hal tersebut, DPRD bekunjung ke kantor Kemenpan-RB. Dari hasil kunjungan tersebut, mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, dimana belum ada regulasi yang mengatur hal itu. Sekarang masi dipakai regulasi tahun 2013. Hal tersebut, disampaikan Kasubag Pelayanan Informasi dan Pengaduan Internal Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPAN-RB, Wasito, tujuan konsultasi Komisi I adalah menanyakan hal tersebut, akan tetapi sejak tahun 2013 hingga saat ini regulasi yang mengatur honorer K2 masih menggunakan regulasi lama, yakni masih bersandar pada amanat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2012.

“Honorer diberikan kesempatan untuk tes satu kali, bagi honorer yang lulus juga diproses sebagai PNS. Tetapi tidak ada amanat bagi honorer yang tidak lulus akan diproses selanjutnya untuk menjadi PNS,” urai Wasito.

Kata dia, permasalahan honorer K2 itu bisa dikomunikasikan langsung dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Karena itu sudah jelas, semua regulasi sudah diterapkan BKD. “Jadi K2 ini, kalau kita lihat dasarnya maka secara klasifikasi honorer K2 itu diberikan kesempatan untuk tes (kompetisi) sesama honorer. Namun pada saat ini belum tersedia atau belum diatur,” ujarnya.

Lanjut dia, dari PP Nomor 56/2012 tentang honorer K2, melahirkan amanat di dalam Undang-undang ASN yang mengatur PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sehingga regulasi mengenai honorer K2 belum jelas, tetapi ada P3K yang juga memiliki peluang yang sama dengan PNS. Sebab, sejarah ASN pun sebetulnya hanya ada Pegawai Negeri Sipil dan P3K. Hanya saja, PP tentang P3K itu sampai sekarang belum selesai disahkan oleh Pak Sekjen kita. (Ind/red).
Komentar

Berita Terkini