|

Dituding Diami Kasus Kekerasan Anak Dibawa Umur, Ini Tanggapan Kapolres


Kapolres Halsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKB), Irfan S.P Marpaung

LABUHA,BRINDOnews.com -  Demi keadilan Ayah korban kekerasan anak dibawah umur Sukandi Ali (29), bolak balik Polres Halsel untuk mengetahui perkembangan kasus bocah Fandri Sukandi (7) korban potong tangan yang diduga dilakukan Kakeknya sendiri Muhammad Manila alias Tete Is.

" Entah kenapa kasus ini di laporkan ke Polsek Bacan Timur tapi dilimpahkan ke Polres Kabupaten, sementara saya tanya penyidik sampai sekarang tidak diberitahukan sudah sampai dimana perkembangan kasusnya. " katanya dengan nada kesal.

Sementara Kapolres AKBP Irfan S. P Marpaung dikonfirmasi membantah, kasus tersebut." Kasus itu sudah di ambil alih Unit PPA Polres Halsel, saksi saksi sudah kemblai penyidik, untuk mendalami beberapa keterangan saksi yang berbeda. Intinya Polres terus intensif melakukan pemeriksaan. Perkembangan akan kita sampaikan ke teman teman pers untuk dipublikasikan ke khalayak."jelasnya Kapolres  kemarin.


Dilansir, Kasus ini bermula pada 1 Desember 2017 lalu, Bocah Fandri Sukandi (7) berniat mengambil Buah Mangga yang tumbuh disamping rumahnya, entah kenapa Muhammad Manila yang merupakan kakek Korban langsung memotong tangan Bocah SD kelas 2 tersebut hingga 2 jari nyaris putus.

Kejadian yang terjadi di desa Babang kecamatan Bacan Timur tersebut langsung dilaporkan ke Polsek setempat namun entah kenapa dilihkan ke Polres Halsel. Pelaku hingga kini masih berkeliaran di Halsel. (echa'L/red)
Komentar

Berita Terkini