|

11 Tersangka Kematian Lagode Ditahan Di Tahanan Militer Pomdam Ambon



 
Foto : Gelar Perkara Ditreskrimum Polda Malut Bersama Denpomdam XVI/Pattimura

TERNATE, BRINDOnews com - Dugaan keterlibatan oknum TNI Pos Komando Kompi (Koki) SSK III Satgas Yonif Raider Khusus 732/Banau Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam kematian La Gode (34) telah menemukan titik terang.

Hal ini terbukti dalam gelar perkara yang dilakukan Polda Malut melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dibawah kepemimpinan Kombes Pol, Dian Harianto yang di wakili oleh Kasubdit III Ditreskrimum, AKBP. Mikael Sitanggang dengan melibatkan pihak Denpom XVI/1 Ternate dan perwakilan Denpomdam XVI/Pattimura bertempat di Kantor Ditreskrimum Polda Malut, Jumat (12/1/2018).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol. Dian Harianto mengatakan, kehadiran perwakilan Denpomdam Patimura dan Pom Ternate di Ditreskrimum tersebut, dalam rangka gelar perkara kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap warga kecamatan Lede yakni La Gode pada (20/10/2017) lalu.

Lanjut Dian, dari gelar perkara yang dilakukan tersebut, ada dua hasil yang disepakati secara bersama, yakni, berkas akan secepatnya paling lambat, Rabu (17/012018) besok akan dilimpahkan ke POM Ternate dan akan ditindaklanjuti untuk diserahkan ke Pomdam Ambon.

Dian menambahkan, dalam gelar perkara yang dilakukan tidak ada indaksi yang menggambarkan keterlibatan masyarakat terkait dengan kemaptian La Gode. “ Kalau dari hasil gelar perkara yang dilakukan tadi itu tidak menyebutkan tersangka, karena tidak ada indikasi masyarakat yang terlibat atau anggota umum yang terlibat dalam kasus itu “, tambahnya

“ Dari hasil gelar perkara kasus itu, kita tidak menyebutkan nama dan jumlah oknum TNI yang terlibat, tapi menyebutkan bahwa dugaan itu memang benar “, akunya.

Terpisah Dandenpom XVI/1 Ternate, Letkol CPM. Ali Mustofa saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menambahkan, dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kematian La Gode berjulam 11 orang dan saat ini sudah ditahan di tahanan Militer Pomdam Maluku (Ambon). “ Jadi oknum anggota TNI yang diduga melakukan tindak pidana itu berjumlah 11 orang, kemudian saat ini mereka sudah ditahan di tahanan Militer di Pomdam Ambon untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut dan salah satu dari mereka adalah berisial RB “, jelas Ali Mustofa

Lanjut Ali Mustofa, tindak lanjut dari kasus ini rencananya, perkara tersebut akan dilimpahkan dari Polda ke POM pada Minggu depan nanti, namun dalam kasus ini, POM sendiri juga melakukan penyelidikan dan penyidikan yang berjalan secara simutan. “ Kesimpulannya, hasil penyelidikan Polri yang menyatakan pelakunya oknum anggota TNI, maka sesuai dengan hukum acara perkara itu dilimpahkan ke POM, tapi yang pasti dari sejak awal POM sendiri sudah bersinergi dan tidak ada masalah “, kata Ali

Disentil terkait dengan hasil penyelidikan yang dilakukan POM, apakah ada dugaan keterlibatan pihak lain, dirinya mengaku, untuk saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan keterangan tentang adanya keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut selain dari 11 oknum yang telah ditetapkan tersangka.

“ Untuk proses selanjutnya nanti pada persidangan Militer secara terbuka, dan selama ini kita masih mengacu pada pasal-pasal penganiayaan dalam KUHP dengan ancaman hukumannya disesuaikan dengan aturan yang ada “, tegasnya.


Ali kembali menegaskan, dengan mulai terungkapnya kasus ini telah membuktikan bahwa pihak TNI tidak main-main dalam mengungkap kasus kematian La Gode, karena ini sudah merupakan instruksi dari pimpinan tertinggai yang diteruskan ke Pangdam hingga ke pimpinan daerah. (Shl/red)
Komentar

Berita Terkini