|

Kejati Jangan Main-Main Dengan Kasus Proyek Embung Makian


Inilah Kondisi Proyek Embung Makian 








TERNATE, BRINDOnews.com – Desak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara untuk segera mempercepat pemeriksaan saksi, kasus dugaan korupsi proyek embung makian, ungkap Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ) Gamalama Coruption Whatc (GCW), Muhidin kepada reporter Brindonews.com via handphone Selasa (19/12/2017).

Proyek  yang dikerjakan PT. Arief Taipan Subur  tahun 2016 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 10,7 miliar bisa di katakan fiktif. Hal ini dibuktikan dengan amburknya proyek pasca pekerjaan, akibatnya proyek tersebut tidak bisa berfungsi untuk penahan bajir. 

“ Kejaksaan jangan main-main dengan kasus tersebut, sebab proyek itu demi kepentingan masyarakat yang ada di Makian. Kejati jangan main-main dengan kasus Embung Makian  ujarnya”.

Selain Erlangga sebagai PPK, Kejati juga, diminta untuk memeriksa Kepala Satker Pantai dan Sungai Rizali, jangan sampai ada kong kali kong. GCW secara kelembagaan akan tetapi mengawal perkembangan kasus yang saat ini ditangai pihak Kejati. 

“ Eirlangga Perwira sebagai PPK air baku serta PT. Arief Taipan Subur selaku kontraktor pelaksana dan Kepala Satker pantai dan Sungai harus bertanggungjawab atas proyek embung di pulau makian yang merugikan negara 10,7 miliar,” tegasnya.(tim/red)
Komentar

Berita Terkini