|

Sejumlah Fasilitas Rumah Sakit Jiwa Digasak Maling



Kaca Pintu Depan RSJ Dipecahkan Maling


SOFIFI, BRINDOnews.com – Fasilitas milik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) UPTD Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara raib digasak maling.
Hasil pantauan media ini, Selasa (28/11/2017) siang tadi, sejumlah pintu ruangan RSJ UPTD Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dibongkar pelaku pencuri dengan cara melubangi dinding pintu untuk memastikan keberadaan barang-barang yang disimpang dalam ruangan.

Sadis laginya, pintu kaca ruangan rawat inap pria dipecahkan  pencuri untuk mengambil kasur tempat tidur yang diperuntukan bagi pasien. Barang-barang yang berhasil dibawa pelaku, yakni mesin cuci 3 unit, dua unit mesin cuci digasak pencuri, 2 (dua) unit kulkas, satu  unit  kulkas juga raib dan alat-alat dapur pun ludes dibawa kabur pelaku pencurian.
Fasiltas Berupa Perabotan Untuk Pasien di Gasak Maling 

Sementara Kaur Bhabinkamtibmas Polsek Oba Utara Aipda  Rustam ketika di temuai wartawan media ini lokasi RSJ  UPTD Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara bersama Kepala Desa Gorojau yang mendatangi RSJ tersebut.

“ Kami datang ke sini setelah menerima laporan warga setempat bahwa barang-barang rumah sakit dicuri, setelah kami melakukan pemantauan dan mengecek dalam semua ruangan ternyata benar fasilitasnya dicuri,” ungkap Aipda Rustam kepada wartawan media ini, Selasa (28/11/2017).

Kasur Untuk Pasien juga Ikut di Curi
Lanjutnya, pihaknya sudah menghubungi Direktur RSJ UPTD Dinkes Malut Musriono Nabiu, untuk memberitahukan persoalan tersebut, agar yang bersangkutan datang membuat laporan secara resmi ke Polsek Oba Utara. 

“ Saya sudah hubungi pak Direktur Rumah Sakit ini, kalau boleh datang ke sini untuk buat laporan resmi,” cetusnya.

Menurutnya, setelah menelusuri alur persoalannya ternyata hak-hak scurity dan cleaning service hinnga saat ini belum dibayarkan pihak RSJ UPTD Dinkes Pemprov Malut kurang lebih 11 bulan.

Pintu Sejumlah Ruangan di bobol
“ Jadi mungkin karena faktor gaji itu belum bayar, maka mereka mengambil tindakan ini kan sudah masuk pada unsur kriminal, melalukan pengrusakan, pengambilan barang-barang secara sepihak berarti sudah masuk pidana,” ujarnya.

Apakah pelakunya orang dalam (Scurity) atau orang luar?. Kata Rustam, nanti dikembangkan kasusnya sesuai pantauan  di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sebagaimana di tulis dinding-dinding “ Pa om ito pencuri kasur,kong jual tong dapalia” kamudian dilakukan interogasi ke salah satu security ternyata om mito juga security di rumah sakit ini, kata Rustam. (ces)
Komentar

Berita Terkini