|

Santrani Sebut Musda KNPI Pelanggaran Konstitusi


Mantan Ketua KNPI Provinsi Maluku Utara, Santrani Abusama

TERNATE, BRINDOnews.com - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke VI, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara versi Fhad A Rafik yang digelar di Royal Resto Rabu (22/11) mendapat sorotan dari sejumlah kalangan salah satunya mantan Ketua DPD I KNPI Maluku Utara, Santrani Abusama.

Mantan ketua DPD KNPI Malut Priode 2013-2016 lalu menilai Musda yang digelar pengurus KNPI hasil karateker dari DPP itu ilegal karena tidak sesuai dengan konstitusi KNPI . "Musda yang digelar ini Inkostitusional dan sangat disayangkan, kelompok yang yang tidak paham aturan organisasi harus bertanggung jawab karena membuat pemuda di Maluku Utara terpecah belah," ungkapnya.

Lanjut dia, soal sah dan tidaknya sebuah Musda itu tentunya tidak bisa diketahui, karena yang Musda ataupun kongres dan sebagainya itu tahapan dan mekanismenya harus dijalankan.

Pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab, orang DPP yang hadir itu bertanggung jawab dan  daerah juga harus bertanggung jawab karena kita tidak menghargai konstitusi yang tertuang dalam AD/ART organisasi. 

“Sudah terlalu banyak pemuda ternina bobokan dengan masalah terpecah belah KNPI yang diakibatkan kepentingan yang berlebihan. Hasilnya paska saya dengan Abubakar Abdullah, kemudian Masri Hidayat dan Almarhum Yusba Hadadi, itu lanjut juga sampai saat ini”.

Untuk itu saya berharap dualisme kepemudaan di Malut ini tidak lagi terjadi kedepan, bila perlu masalah dua KNPI itu hanya terjadi di pusat, di daerah satu KNPI. Musyawarah yang dilakukan ini kata dia, seharusnya, jika seseorang di kudeta atau diberhentikan di tengah jalan,harus dilakukan Musda Luar Biasa Musdalub, bukan Musda yang ke VI. Jika itu tidak dilakukan, masa jabatan karteker itu hingga akhir jabatan priodesasi kepengurusan.

" Yang menggelar Musda itu tidak paham aturan dan DPP juga tidak menjalankan roda organisasi secara baik  yang ada hanya untuk kepentingan DPP terselubung " tutupnya (bud)
Komentar

Berita Terkini