|

Nilai Proyek Aspirasi Menamba Utang Pemprov



Ketua Bidang Media Masa dan Hubungan Masyarakat Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) 
Pemuda Pancasila Rafiq Kailul

SOFIFI, BRINDOnews.com, Gubernur Provinsi Maluku Utara Abdul Gani Kasuba diminta untuk segera mengvaluasi proyek Aspirasi yang diusulkan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara. Proyek aspirasi yang selama ini dijalankan itu membebani utang. Hal ini dikatakan Ketua Bidang Media Masa dan Hubungan Masyarakat Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Rafiq Kailul kepada reporter brindonews.com via WhatsApp Minggu (26/11/2017).
 
Menurutnya, DPRD Malut harus lebih mengedepankan kepentingan publik, diantarnya pengesahaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2017, jangan hanya mengedepankan kepentingan kelompok yang itu merugikan kepentingan umum. Pola kebijakan yang selama ini di pertontonkan sangat tidak etis, akibatnya hingga memasuki tahun anggaran baru 2018 akan tetapi APBD-P tahun 2017 tak kunjung tuntas.

 Sekedar diketahui anggaran untuk proyek aspirasi tahun 2016-2017 senilai Rp 200 miliar, ditahun anggaran 2018 dana tersebut harus dipangkas karena dapat membebani hutang pemprov di kemudian hari. 

Kata dia, Anggota DPRD diminta hentikan agrobat politik tanpa memikirkan kepentingan masyarakat. Mestinya harus ada solusi antara eksekutif dan legislatif untuk menyelesaikan APBD-P tahun 2017 jangan saling menyalahkan.” Harus ada solusi antara kedua lembaga ini, apabila hal tersebut tidak di lakukan, yakin dan percaya kedepan pasti akan terjadi seperti pembahasan APBD-P.

 “ Kami tetap akan mengawal masalah ini hingga tuntas, jika Deprov dan Pemprov tidak secepatnya menyelesaikan apa yang selama ini menjadi kepentingan masyarakat, MPW PP akan mengkonsoludasikan seluruh kekuatan untuk menyikapi masalah yang tidak bisa dituntaskan kedua lembaga, ancamnya (alf)  
Komentar

Berita Terkini