|

Diduga Fiktif, Desak Kejati Malut Usut Tuntaskan Proyek Embung

Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Maluku Utara
TERNATE,BRINDOnews.com - Kajaksaan Tinggi Provinsi Maluku Utara diminta lebih serius mengusut tuntas kasus proyek Embung yang di kerjakan PT. Arief Taipan Subur. Proyek tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Desa Dalam Kecamatan Pulau Makian. 

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gamalama Coruption Whatc (GCW) Muhidin kepada reporter Brindonews.com via Handphone Rabu 29/ (11/2017) mengatakan, sangat tidak mungkin pekerjaan proyek tahun 2016 akan tetapi ditahun 2017 sudah ambruk.

Proyek pekerjaan embun di Desa Dalam Kecamatan Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan yang dikerjakan PT. Arief Taipan Subur  tahun 2016 melauli Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 10,7 miliar bisa di katakan fiktif. “Perusahan harus bertanggung jawab atas kerusakan proyek yang dikerjakan dalam waktu yang singkat sudah ambruk akibat di terjang banjir. “ Bisa dipastikan pekerjaan tidak berdasarkan spek yang di atur dalam perencanaan pekerjaan.

Untuk menutupi kasus tersebut, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara melalui Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta surat keterangan kepada Kepala Desa setempat dan camat Kecamatan Pulau Makian dengan alasan bencana sehingga proyek tersebut dapat di usulkan kembali,ujarnya.
 
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Baku, Erlangga saat di konfirmasi via Hanphone melalui nomor kontak person 081381xxxxxxx tidak respon (ches)
Komentar

Berita Terkini