|

Banggar dan Tapd Beda Pendapat



Ketua Komisi I DPRD Maluku Utara, Wahda Zaenal Imam
SOFIFI, BRINDOnews.com - Tim Penyusunan Anggaran Daerah  (TPAD) Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Badan Anggaran DPRD Provinsi Maluku Utara hingga saat ini memiliki perbedaan pendapat terkait penetapan anggaran pendapatan dan belanja daerah dalam struktur APBD-Perubahan 2017.

Perbedaan pendapat ini memicu lantaran  Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD) Pemprov Malut masih saja memasukan anggaran belanja baru dalam struktur APBD-Perubahan dengan nilai kurang lebih 65 Miliar tanpa ada dasar, hal ini mengundang reaksi Banggara dan akhirnya menolak sebab anggaran sebanyak ini harus di rasionalisasi sebelum di sepakati.

"Rapat untuk KUA-PPAS perubahan masih ada beda pendapat antara TPAD dan Banggar," ungkap ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara Wahda Zaenal Imam, saat di temui wartawan di Hotel Boulevard, Selasa 14/11/2017 malam.  Asumsi pendapatan daerah Badan Anggaran dan TPAD memiliki pendapat yang sama, namum pada asumsi Belanja Daerah pihak DPRD dan TPAD berbeda pendapat.

" Eistimasi anggaran induk 2.8 Triliun perubahan ini tinggal 2.4 Triliun disepakati. Tetapi sampai pada asumsi belanja masih saja berbeda karena eksekutif masih mengakomudir ada belanja baru kurang lebih senile Rp 65 Miliar rincianya belum tau," ucap Wahda.

Jika itu terjadi kata Wahda, anggaran Rp 3 Terliun lebih pada perubahan anggaran. Sementara pendapatan di estimasi senilai Rp 2.4.  Kurang lebih Rp 500 sampai Rp 600  miliar menjadi beban utang pada tahun 2018.

"Dewan menghendaki agar di tahun 2018 APBD provinsi Maluku Utara bisa sehat karena ada agenda politik daerah ini, utang pemprov harus dihindari sehingga belanja pada perubahan anggaran itu di sesuikan dengan pendapatan minimal berimbang," tuturnya.

Dirinya mengakui pihaknya belum mengeluarakan satu keputusan tentang Batang tubuh struktur APBD-Perubahan, "DPRD tidak mengeluarkan satu keputusan tentang batang tubuh struktur APBDP karena kita pertahankan untuk penyehatan APBD di tahun 2018 lantaran kita hindari utang," tutupnya (bud)



Komentar

Berita Terkini