|

Serobot Lahan Warga, Sekprov Malut Terancam Dipolisikan

Lokasi Proyek Air Besih Yang Belum Di Bebaskan,  

SOFIFI, BRINDOnews.com
– Akibat menyerobot lahan warga tanpa ada kesepakatan dan pembebasan, Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara Muabdin Hi Rajab terancam di polisikan oleh keluarga pemilik lahan.   

Proyek air bersih milik Seketrais Daerah Muabdin Hi Rajab yang dikerjakan CV Empat Putra diduga salah satu milik pengusaha cengkih kembali di persoalkan. Proyek yang kerjakan di desa Muari Kecamatan Kayoa Barat Kabupaten juga diduga menyerobot lahan warga yang hingga saat ini tidak ada pembebasan lahan.

Proyek air bersih berupa pembangunan bak penampung beserta sumur bor yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi maluku Utara tahun 2017 senilai Rp 1,4 Miliar ini menuai keluhan karena dibangun di atas lahan kebun milik Ifrin Hi. Hasan tanpa diawali dengan pembebasan lahan, akhinya pemprov tidak melakukan ganti rugi, ungkap pihak keluarga pemilik lahan Muhammad Tamrin Budi kepada awak media Rabu (18/10/2017)

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, pembangunan proyek air bersih tersebut harus diawali dengan pembebasan lahan. Namun, kenyataannya proyek tersebut terus berjalan, bahkan menurut Tamrin Budi setelah dirinya menkonfirmasi Sekretaris Desa (Sekdes) Busua, Abas Ahmad,  menyebutkan pelaksana proyek CV. Empat Putera  sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak membangun proyek tersebit pada lahan yang belum dibebaskan.


Kata Utam yang juga staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate ini menegaskan agar lahan yang diserobot itu harus segera diganti rugi.” Harus segera diselesaikan pembayaran lahan ini dengan pihak keluarga, jika tidak kami akan bawa masalah ini ke ranah hukum," tegas Tamrin, Rabu (18/10).(tim) 
Komentar

Berita Terkini