|

Mengutuk Keras Pembongkaran 15 Rumah Warga Widi


Ketua Formapas Se- Jabodetabek Hasbi Jainal

SOFIFI, BRINDOnews.com - Forum Mahasiswa Pasca Sarjana Se-Jabodetabek mengutuk keras tindakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan panitia event WIFT yang membongkar dan membakar 15 unit rumah warga pulau daga kecil demi terselenggaranya event yang berskala international itu. 

"Kami mengutuk keras tindak panitia WIFT sebab itu tindakan yang tak berprikemanusiaan," ungkap Hasbi Jainal kepada reporter brindonews.com via whatsApp Selasa 30/10/2017)

Lanjutnya, sebenarnya event Lomba Mancing mania katanya berkelas internasional ini untuk siapa. Sebab event berlangsung selama lima hari di pulau Widi justru memicu banyak masalah selain itu Panitia WIFT tidak melibatkan kelompok nelayan di pesisir Gane Dalam lebih tragis lagi sampai pada tindakan pembongkaran rumah warga Nelayan di pulau widi.
"Menurut kami ini merupakan tindakan yang sudah di luar batas kewajaran yang sengaja di lakukan oleh panitia WIFT," ucapnya.

Lebih lanjut kata Hasbi, dalam kesempatan ini kami menegaskan kepada pemerintah Provinsi Maluku Utara dan panitia WIFT, sudah puluhan tahun masyarakat nelayan di pesisir gane dan pulau widi bertahan hidup dengan kondisi serba terbatas. Mereka hidup jauh dari garis kesejahteraan. Kehidupan mereka luput dari potret kebijakan pemerintah selama ini.

"WIFT bagi kami, hanya agenda seremonial, dan pencitraan para elit-elit di lingkaran kekuasaan. Tidak berdampak bagi kehidupan ekonomi masyarakat pesisir pedesaan yang selama ini hidup di bawah garis kemiskinan. WIFT hanya menambah deretan kemiskinan masyarakat Nelayan di pesisir Gane," cetusnya.

Sebagai Ketua Fomapas dan Putra Gane, meminta kepada Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba Dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, Buyung Rajiloen yang saat ini bertindak sebagai Ketua Panitia WIFT. Agar jangan bertindak semena-mena terhadap masyarakat pesisir gane dan pulau widi. Adanya event WIFT membuat mereka kehilangan profesi sebagai nelayan.

"Kami minta agar masalah pembongkaran rumah warga nelayan di pulau daga kecil secepatnya diselesaikan, jangan sampai ada gerakan dari masyarkat," pungkasnya (bud)
Komentar

Berita Terkini