|

Pasukan Gubernur Walk Out.



Penyerahan Hasil Persetujuan Dokumen Usulan Hak Angket 27 IUP

Alhamdulillah Hak Angket 27 IUP Diterima 

SOFIFI – Demi membela Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, Fraksi Partai Keadilan Sejathera (PKS) lebih memilih Walk Out dari Paripuran pengesahan Hak Angket 27 Ijin Usaha Pertambangan yang di duga di manipulasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Rapat paripurna tersebut dipusatkan di kantor DPRD Malut Senin (18/9).       

Insiden ini terjadi saat Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wahda Zaenal Imam menyampaikan saran kepada pimpinan sidang paripurna, dimana Angket 27 IUP ini harus tambahkan aitem yakni pemasalahan hutang pihak ketiga, problem dana bos, pelantikan eselon III dan IV serta dan Tunjangan Tambahan Pegawai (TTP) yang juga selama ini belum diketahui siapa yang menerima dan berapa jumlah pegawai yang wajib menerima.

Tak terima saran tersebut anggota Fraksi PKS, Alimin Muhammad meminta kepada pimpinan DPRD tidak meyepakati hal tersebut, dimana fraksi PKS tetap menolak apabila Hak Angket 27 Iup ini ditambahkan lagi dengan beberapa aitem tersebut. 

Meski begitu, pimpinan DPRD kembali menanyakan kepada peserta paripurna dan hasilnya usulan Wahda di sepakati, tak terima fraksi PKS akhirnya keluar dari ruangan dan meninggalkan kantor DPRD dan lebih memilih pulang ke Ternate. 

Berselang beberapa menit kemudian, unsur pimpinan yang dipimpin Ishak Naser dan di dampingi ketua DPRD Alien Mus mempersilahkan Sekertaris Dewan Abdubakar Abdullah untuk membacakan surat keputusan persetujuan Hak Angket 27 IUP dan ditambahan empat aitem, (bud)
Komentar

Berita Terkini