|

Mediasi Tidak Digubris, Masyarakat Ancam Gelar Aksi Besar-besaran

Polres Halut saat memediasi pertemuan terbuka antara PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) dan masyarakat lingkar tambang di Aula kantor Polres Halut.
TOBELO, BRINDOnews.com – Dalam rangka menjaga konflik berkepanjangan akibat sistem ketenagakerja yang dianggap oleh masyarakat tidak berpihak kepada masyarakat lokal, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kembali memediasi pertemuan terbuka antara PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) dan masyarakat lingkar tambang di Aula kantor Polres Halut, Desa Gosoma, Kabupaten Halut, Maluku Utara, Senin (4/9/17).

Kapolres Halut, Irfan Indrata dalam sambutanya, setiap masalah yang terjadi akan ditangani dengan cara pendekatan prprusuasif. Untuk itu, Polres Halut memediasi mempertemukan agar dapat di selesaikan setiap masalah, terutama terkait masaalah rekrutmen tenaga kerja lingkar tambang. Dalam mediasi ini meliputi desa lingkar tambang, bersama PT NHM, dan dinas Nasketrans Halut guna bersama-sama mencari solusi yang baik.

Kepala Dinas Nakertrans Halut, Jefri Hoata, kepada wartawan menegaskan, masalah ini harus ada kesepakatan sesuai dengan keputusan bersama. “Pertemuan ini bersifat fainal dan tidak ada lagi protes, jadi masalah ini sebenarnya sudah selesai, akan tetapi harus ada pertemuan ini untuk memiliki kekuatan hukum yang kuat,” ujarnya.

Management PT NHM, Raini menambahkan, aspirasi dan tuntutan lima  Kecamatan di Halut terkait rekrutmen tenaga kerja  di PT NHM melalui kontraktor, sudah disepakati bersama masyarakat Tahane pada tanggal 28 pekan kemarin. “Persoalan Tenaga kerja sudah selesai,” singkatnya.

Sementara itu, lanjut Raini, untuk aksi blokade jalan yang dilakukan mahasiswa, pemuda, masyarakat, dan pemerintah desa terkait problem tenaga kerja, pihak perusahan sudah menyelesaikan.

Lain lagi dengan Kepala Forum Komunikasi Kepala  Desa Lingkar Tambang dari lima Kacamatan di Halut, Azis Armid, dia membantah keras terkait pertemuan ini. “Bagi saya, pertemuan ini tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat.” Katanya. 

Menurut Azis, tuntutan masyarakat tetap menginginkan penyelesaiannya harus di lima Kecamatan lingkar tambang, diantaranya Kecamatan Kao, Kecamatan Malifut, bukan di selesaikan di Polres. “Kami akan tetap konsolidasi aksi besar-besaran bersama Mahasiswa, pemuda dan kepala Desa, dimana tuntutan kami pihak PT NHM wajib mengakomodir berbagai tuntutan seperti persoalan CSR, dan tenaga Kerja yang di nilai tidak sesuai tuntutan,” tuntasnya senada mengancam. (jr)  

Komentar

Berita Terkini