|

Kinerja Satreskrim Polres Ternate Dipertanyakan


 
tim penasehat hukum Terpidana Adit, Roslan

TERNATE, BRINDOnews.com – Kinerja Satreskrim Polres Ternate dinilai sangat lambat dan patut di pertanyakan terkait penanganan kasus pembunuhan bos cina Korban TITI GORDA dengan tersangka anak dan istri korban yaitu Hendrik dan Susana yang selama ini belum juga menemukan titik terang, ungkap tim penasehat hukum terpidana Adit, Roslan kepada reporter BRINDOnews.com via watshAp Rabu (13/9). 

Menurutnya, sejak berkas perkara di limpahkan ke Kejari Ternate pada November 2016 tahun lalu,  kata dia, berkas tersebut menurut jaksa penuntut belum lengkap dan akhirnya di kembalikan ke penyidik polres ternate dengan beberapa petunjuk namun sampai saat ini blum ada kejelasan sejauh mana tindak lanjut Penyidik. 

Hal ini menjadi sangat miris karena disisi lain terpidana dengan kasus yang sama yaitu Larupi Lamona Ladansa alias Adit telah menjalani pemidanaan dengan vonis seumur hidup padahal adit hanyalah eksekutor atas perintah Hendrik.

Kami selaku tim penasehat hukum terpidana Adit merasa sangat kecewa dan akan tetap mengawal kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan melaporkan kinerja Penyidik polres ternate ke Mabes Polri karena kasus ini sudah berlarut2 yaitu sejak maret 2015 dan jika kita mencermati putusan pengadilan tinggi maluku utara yang sudah berkekuatan hukum tetap (ingkrach).

Sudah sangat jelas bahwa Hendrik dan Susan turut terlibat dalam pembunuhan berencana sebagai otak pelaku dengan dasar hukum Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 KUHP akan tetapi Penyidik Polres Ternate tidak berani melakukan penahanan kepada ke dua tersangka sehingga menurut kami penyidik tidak serius menagani kasus tersebut, (ces)
Komentar

Berita Terkini