|

Korban Tewas Gempa China Bisa Capai 100 Orang

foto ist/cnn

Jakarta, BRINDOnews.com - Gempa berkekuatan 6,5 skala richter mengguncangkan wilayah terpencil di provinsi Sichuan, wilayah Barat Daya China pada Selasa Malam (8/8). Gempa tersebut hingga kini telah menewaskan lima orang dan jumlahnya dapat meningkat hingga mencapai 100 orang. 

Dikutip dari AFP, lima orang tewas dan lebih dari 60 lainnya cedera dalam gempa tersebut, termasuk 30 orang berada dalam kondisi kritis. 

Namun, Komisi Nasional Penanggulangan Bencana China memperkirakan bahwa sebanyak 100 orang mungkin telah tewas. Perkiraan ini, didasarkan oleh data sensus tahun 2010 di wilayah pegunungan yang jarang penduduknya. Adapun lebih dari 130 ribu rumah diperkirakan rusak. 

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 09.20 (1320 GMT), tidak jauh dari lokasi gempa berkekuatan 8.0 skala richter yang pernah melanda tahun 2008 dan mengakibatkan 87.000 orang tewas atau hilang.

Berdasarkan Survei Geologi AS, pusatnya berada 284 kilometer utara ibukota provinsi Chengdu dan mencapai kedalaman 10 kilometer. 

Adapun daerah yang terkena dampak, yakni daerah Jiuzhaigou, termasuk salah satu taman nasional paling terkenal di negara tersebut dan masuk dalam situs warisan dunia UNESCO, yang terkenal dengan formasi dan danau karst.

Surat kabar People's Daily menyebut, sedikitnya satu turis tewas dan empat lainnya luka-luka di taman tersebut, sedangkan lebih dari 100 orang lainnya terjebak di sana. Adapun menurut kantor berita resmi Xinhua, lebih dari 38.000 orang mengunjungi lokasi wisata pada hari Selasa. 

Salah seorang pemilik restoran Tang Sesheng di kota Jiuzhaigou, ketika dihubungi AFP, mengaku segera melarikan diri setelah merasakan getaran. 

"Saya juga berada di Jiuzhaigou pada tahun 2008 selama gempa besar yang terakhir, jadi saya tahu apa itu. Ini terasa lebih kuat lagi," terangnya. 

Dia mengatakan bahwa orang-orang keluar dari rumah mereka untuk duduk-duduk di lapangan umum kota yang luas, jauh dari bangunan tinggi, takut masuk ke dalam karena takut bangunan bisa roboh. Banyak pula yang memiliih duduk di mobil, berpikir lebih aman.

"Orang tidak berani mengambil sesuatu seperti uang atau pakaian, kami semua langsung berlari keluar."

Listrik sempat terputus, tetapi kembali pulih tak lama kemudian. 

Saat ini, pihak berwenang telah mengorganisir kaum muda untuk membantu mengevakuasi penduduk. Lebih dari 600 petugas pemadam kebakaran dan tentara juga telah dikerahkan. 

China, hampir secara teratur mengalami gempa bumi, terutama pada daerah pegunungan barat dan barat daya.

Sebelum gempa ini, China juga baru mengalami tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat dan menewaskan setidaknya 24 orang di daerah pegunungan yang berbeda di Sichuan di selatan Chengdu.(cnn)
Komentar

Berita Terkini