|

BKKBN Malut Gelar Rapat Penelaan dan Evaluasi Program Kependudukan


Ternate , BRINDONews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku Utara menggelar rapat penelaahan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga selama satu triwulan, yakni terhitung dari bulan Januari hingga Juni 2017, di Kie Raha Ball Room, Hotel Muara, Ternate Mall, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Rabu (23/8/17).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Dr.Putut Riyanto dihadapan sejumlah awak media mengungkapkan, rapat ini juga dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dan tenaga penyuluhan di lapangan.

Selain itu, lanjut Putut, capaian program keluarga berencana selama triwulan pertama belum begitu maksimal, untuk itu juga akan ditingkatkan ke depan nanti.

TuJuannya, kata dia, pertama kita akan mengevaluasi kerja-kerja BKKBN  Malut dan meningkatkan wawasan para peserta dalam rangka meningkatkan program AKBPK.

Tak hanya itu, Putut menyebutkan, potensi dan wawasan para penyuluh di lapangan akan ditingkatkan mengingat Povinsi Malut dengan posisi geografis yang unik dengan pulau-pulau, maka harus ada strategi khusus guna mencapai kerja-kerja yang kita inginkan.

“Kita juga ada kegiatan di pulau-pulau, ada namanya gerobak pulau, kampung KB di daerah terpencil dan tertinggal maupun daerah perbatasan,” ujar Putut.

Ia menambahkan, kualitas pelayanan KB di Malut juga harus ditingkatkan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dan pelayanan program KB itu sendiri.

“Selama ini kan masyarakat menganggap program KB itu membatasi kelahiran, padahalkan tidak demikian. Program KB itu bagaimana merencanakan seseorang yang sudah menikah dan memiliki anak harus diatur jarak kelahirannya.” Terang Putut. 

Dilanjutkan, program KB ini juga bagian dari bagaimana mengatur agar kondisi kesehatan anak dan ibu bisa terjamin.

“Kalau sudah memiliki anak dan merasa cukup, atau dari segi ekonominya tidak mampu, maka dibatasi saja,” tandas Putut.

Putut menyebutkan, untuk target peserta KB tahun 2017  sekitar 25.219 untuk di Malut. Sementara kita baru mencapai 19 ribu sekian. 

Sementara angka kematian ibu di Maluku Utara sendiri masih cukup tinggi, salah satu faktornya adalah pernikahan dini. “Makanya, mari kita dorong mereka untuk sekolah dan kuliah, serta beri wawasan kepada mereka.” Tuntas Putut. (sr)

Komentar

Berita Terkini