|

APBD-P Haltim Dirancang 1 Triliun, Tiga Komponen Jadi Pendongkrak

Bupati Haltim, Rudy Erawan.
MABA, BRINDOnews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur (Haltim) akhirnya resmi menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) Haltim, Jumat (18/8/17).  

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Haltim, Rudy Erawan didampingi wakil Bupati, Muh Din dan Sekretaris Kabupaten serta unsur muspida lainnya. Dalam penyampaian KUA-PPAS, pendapatan daerah dalam APBD induk sebelumnya senilai Rp.890.834.459.797 miliar.

Sementara itu, dari target Pemkab sendiri dengan memprediksi jika pendapatan daerah melalui perubahan kali ini akan naik senilai Rp1.005.811.517.557 triliun. Prediksi peningkatan ini dikarenakan adanya pelampauan di tiga komponen pendapatan secara keseluruhan, mulai dari PAD yang mengalami kenaikan berkisar 13,80% atau Rp23.039.806.000 miliar lebih. "Jadi, kenaikan terjadi lantaran adanya pendapatan dari anggaran BOS, sebagaimana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pusat," kata Rudy dalam sambutannya. 

Sementara komponen kedua, lanjut Rudy, faktor yang membuat pendapatan di perubahan diprediksi naik, disebabkan juga dari kenaikan dana perimbangan senilai Rp 43.204.051.760 miliar. Kenaikan dana perimbangan ini juga dikarenakan adanya tambahan pendapatan dari kurang Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016. "Ada juga potongan Dana Alokasi Umum (DAU) 2017 Rp4.222.515.000 miliar, serta koreksi estimasi pendapatan DBH PBB Migas yang bersumber dari APBN," ujar Rudy. 

Untuk komponen ketiga, dalam terdapat lain-lain seperti pendapatan daerah yang sah, juga mengalami peningkatan signifikan, yakni Rp46.733.200.000 miliar. Selain itu juga, meski tiga komponen ini mengalami kenaikan, namun Kata Rudy, untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah di perubahan kali ini. 

Untuk mengatasi kondisi devisit bawaan pada APBD 2016, lanjutnya, maka estimasi percepatan peningkatan infrastruktur dasar dalam belanja APBD induk tahun 2017, harus ada beberapa program serta kegiatan usulan yang perlu dipertimbangkan. "Makanya, disisah waktu pelaksanaan APBD tahun anggaran, program dan kegiatan yang bersifat penting serta mendesak harus diprioritaskan dan dilaksanakan," pinta Bupati. 

Dikatakan Rudy, dirinya kini fokus pada pembangunan insfrastruktur di Maba serta Wasile Utara. "Jadi, pembangunan infrastruktur di wilayah utara-utara, sesuai peruntukan dana guna percepatan infrastruktur di wilayah prioritas," terangnya. 

Di sisi lain, untuk penggunaan dana hibah menyangkut dengan persiapan pembiayaaan natal dan umroh, maka kebijakan daerah yang dirancang pada perubahan kali ini senilai Rp 1.117.460.276.627 triliun, dan itu bersumber dari APBD tahun anggaran 2017 yang dianggarkan senilai Rp 1.012.698.688.627 triliun. Untuk belanja tidak langsung, dalam rancangan sebesar Rp 383.415.142.517 miliar, dan bersumber dari APBD induk sebelumnya, sebesar Rp383.135.292.517 dengan selisih kenaikan sebesar Rp. 279.850.000 juta.

Sedangkan untuk belanja langsung dalam perubahan kali ini, dirancang Menjadi Rp734.045.134.110 miliar dari APBD induk sebelumnya berkisar  Rp 629.563.396.110 miliar, atau dengan selisih kenaikan sekitar Rp104.481.738.000 miliar. "Dengan demikian, total target perubahan belanja daerah tahun anggaran 2017 dirancang sebesar Rp1.117.460.276.627 triliun," tandas orang nomor satu Haltim ini. 

Olehnya itu, lanjut Rudy, jumlah belanja tidak langsung dirancang senilai Rp 383.415.142.517 miliar. Sedangkan untuk belanja langsung, dirancang senilai Rp 734.045.134.110 miliar. "Dalam kesempatan ini, saya juga berterimakasih kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan atas kerjasama yang baik selama ini," tuntasnya.(sr/red)

Komentar

Berita Terkini