|

AGMAK Minta Kejati Malut Eksekusi BUR-AJA



Aliansi Gerakan Muda Anti Korupsi (AGMAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Malut, Rabu (9/8/17)

Ternate, BRINDOnews.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Muda Anti Korupsi (AGMAK), Rabu (9/8/17) menggelar aksi unjuk rasa mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), segera memanggil dan menahan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman atas dugaan korupsi anggaran pembebasan lahan WaterBoom.


Tak hanya menggelar aksi di depan kantor Kejati Malut, massa juga mendatangi Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Malut dan Kantor Wali Kota Ternate.



Dalam orasinya, Kordinator Lapangan (Korlap),  Sartono Halek menyampaikan, korupsi anggaran pembebasan lahan WaterBoom yang melibatkan Walikota Ternate, Burhan Abdurahman segera diselesaikan.



Menurutnya, berdasarkan salinan surat Peninjauan Kembali (PK) Nomor : 147 PK/PID.SUS/2014, didalamnya tercantung nama orang nomor satu di Kota Ternate ini.



Tak hanya itu, Santono dalam orasinya juga menyebutkan nama mantan Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar, yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.



"Kami memintah kedua tersangkah yang turut sertah bertanggung jawab atas tindak pidana korupsi pembebasan lahan WaterBoom di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, segera di eksekusi,” tegas Santono.


Santono menambahkan, kedunya (Burhan Abdurrahman dan Arifin Djafar) diduga telah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2011 tersebut, dan telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp3,3 miliar. (shl)
Komentar

Berita Terkini