|

Pemprov Siap Genjot Pangan Di Malut

Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Malut Saiful Turuy 
SOFIFI, Brindonews.com - Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) melalui Dinas Pangan Malut siap menggenjot kesediaan pangan. Pasalnya, keseriusan Dinas Pangan ini dibuktikan dengan pengadaan 10 unit truck pengangkut hasil produksi pangan, dan pembangunan gudang penampung pangan di lima Kabupaten, diantaranya Halmahera Timur (Haltim), Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Utara Halut, Halmahera Tengah (Halteng) dan Halmahera Selatan (Halsel) yang menjadi central pertanian di Provinsi Malut.

Penambahan 10 unit truck oleh Pemerintah Provinsi saat ini masih berada di Ternate, namun dalam waktu dekat akan didistribusikan ke lima Kabupaten yang menjadi centra peroduksi pangan di Provinsi Malut.

“Selain itu, Maksud dan tujuan dilaksanakan program ini untuk menjaga stabilitas harga pangan dan proses percepatan pasokan pangan di Provinsi Malut, " kata Kepala Dinas Pangan Malut, Saiful Turuy kepada wartawan Minggu (16/07/2017) kemarin.

Lebih lanjut, Kepala Dinas yang baru dilantik pekan pekan kemarin ini dalam kebijakan Gubernur akan berupaya meminimal harga transportasi pangan, bahkan klau ada anggaran Pemprov akan mencoba mensubsidi bebas biaya angkutan. “Belum dipastikan karena kita masi menghitung kemampuan anggrana dari Pemprov, tapi kita coba untuk shering dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang menjadi central produksi pangan,” ujar Saiful.

Ia menambahkan, terkait subsidi biaya angkutan serta oprasional supir dan kenek, Pemprov akan berkoordinasi dengan Pemkab yang menerima bantuan mobil truck dan gudang.” Dalam waktu dekat Dinas Pangan bakal melakukan road show dan rapat bersama instansi terkait, juga dewan pangan untuk membangun kerja sama serta mencari solusi terhadap penyelesaian pangan,” terangnya.

"Kita berharap rapat dengan dewan pangan di akhir Juli nanti akan melahirkan banyak rekomendasi yang dijadikan bahan rujukan kepada Bupati dan Walikota, serta Gubernur untuk bisa membijaki persoalan ketersedian pangan dalam sistem ketahanan pangan, mulai dari Provinsi sampai Kabupaten/kota," tutupnya (bud)


Komentar

Berita Terkini