|

Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen IUP Harus Wajib Hukum


SOFIFI, Brindonews.com – Pemerhati hukum dan LSM sudah harus melakukan gugatan terhadap mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Miniral (Kadis ESDM) Safrudin Manyila, dan dua kepala bidangnya yakni Ramli Pelu dan Mafutu Iskandar Alam.
Sebab, ketiganya telah mengakui perbuatannya memanipulasi 27 izin usaha pertambangan (IUP). Bahkan mereka menipu gubernur menandatangani 27 IUP itu, 9 diantaranya illegal.
Orang suruhan Safrudin adalah Ramli Pelu dan Mafutu Iskandar Alam yang datang ke kediaman gubernur membawa berkas 9 IUP untuk ditanda tangani. Padahal 9 IUP itu belum lengkap. Gubernur tanpa mengkroschek kelengkapan administrasi langsung menandatangani tanpa banyak tanya.
Gubernur ‘mati kutu’ dan langsung tanda tangan karena Mafutu Iskandar Alam masih kerabat dekat dengan isteri gubernur. Sebab itu, ia dengan mudah mengelabui gubernur.  Meski lolos dokumen ditanda tangani, kasus ini mencuat ke publik, karena memanipulasi dokumen pendukung.
Safrudin mengakui dari 27 IUP hanya 9 yang dikeluarkan sudah sesuai prosedur. Sisanya, 18 IUP illegal. Karena itu, saat melakukan konferensi pers, Safruddin langsung pingsan karena disodori banyak pertanyaan wartawan.
Sebelumnya, Safrudin tampak gemetar. Wajahnya pucat, tak lama langsung jatuh pingsang. Beruntung wartawan yang sementara mewawancarai dan Satpol PP yang bertugas di kediaman gubernur menolong dengan membawanya disalah satu kamar. Anehnya, belum sampai kamar, Safrudin sudah siuman.
Dia mengaku pingsan karena kurang stamina, sebab tiga malam tak tidur. Pelayan dikediaman gubernur memberikan tee panas, dan kurang lebih 15 menit sudah vit kembali. Meski demikian, gubernur telah membentuk tim investigasi guna mengungkap kasus ini. Sanksinya, Safrudin Manyila diganti dengan Imam Machdi.
Selain diduga tersandung kasus IUP illegal, Safruddin ditimpa isu tak sedap. Ia dikabarkan memiliki isteri simpanan, mobil dan apartemen di Jakarta. Istri muda Safruddin ini diketahui bernama Imelda. Kabar ini diungkapkan seorang bendahara PT Haltim Line bernama Malik J. Rivai.
“Safruddin itu punya isteri muda di Jawa dan dibelikan rumah mewah serta mobil, dan sering menggunakan narkoba jenis sabu,” ungkap seseorang yang disapa Bunda melalui WhatSapp.
Dia merinci cirri-ciri isteri muda Safrudin. Kulit putih, orangnya kecil, suku Jawa dan pernah diboyong ke Ternate. Bunda mengaku telah menanyakan Safrudin, namun mengelak. Padahal Bunda telah diberitahukan semuanya oleh Malik. Dia menduga kasus memenipulasi 27 IUP kemungkinan karena tuntutan kebutuhan isteri mudanya. Demi nyai?
Sementara gubernur Abdul Gani Kasuba bersumpah tidak pernah menerima satu sen pun  menandatangani IUP yang belakangan duga bermasalah itu. ”Saya bersumpah, tidak pernah mengambil keuntungan menandatangani dokumen 27 IUP,” katanya.
Ia  meminta  semua SKPD meningkatkan kinerjanya, saling mendorong satu sama lain. Apapun yang dilakukan pemerintah pasti  disoroti publik.
”Semua kepala dinas harus bersinergi dalam menjalankan tugas dan fungsi.  Tekait dengan 27 IUP akan diselesaikan dalam waktu dekat, karena  itu kerjanya tim investigasi yang diketuai kepala Inspektorat Bambang Hermawan.
“Semua masalah ini akan dibenahi. Masalah 27 IUP ini akan diselesaikan dalam waktu dekat, apabila ada kesalahan administrasi akan diperbaiki, bila perlu dihentikan sementara hingga   administrasinya lengkap. (ces)

Komentar

Berita Terkini