|

Macet, Kapal RSA dr.Lie Dibantu Kapal Tiongkok

Korban Kapal RSA dr.Lie saat tiba di Pelabuhan A.Yani Ternate

TERNATE, Brindonews.com - Akibat cuaca buruk, Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan  yang berangkat dari Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua menuju Kota Ternate, Kamis (20/7) mengalami kerusakan pada mesin pompa air dan mogok kurang lebih empat sampai lima jam dan terombang-ambing di sekitar perairan Batang Dua, Provinsi Maluku Utara (Malut).

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa kapal RSA dr.Lie yang mengangkut kurang lebih 5 awak kapal dan 17 tim relawan Yayasan dr.Share bertolak dari Mayau sekitar pukul 17.00 WIT, namun kondisi kapal yang berkali-kali dihantam ombak hingga menyebabkan mesin pompa air tiba-tiba macet.
Salah satu korban kapal RSA dan juga koordinator lapangan tim dokter Yayasan dr.Shate, dr.Cynthia Cristine Jonachan kepada sejumlah awak media menjelaskan, cuaca buruk dan juga mesin pompa air mengalami kemacetan sehingga pelayaran terpaksa dihentikan.

"Kami berangkat kurang lebih pukul 17.00 WIT dari Mayau dengan cuaca yang baik, tiba-tiba kurang lebih pukul 10.00 ombaknya mulai tinggi dan mengakibatkan mesin pompa air kapal mati," jelasnya
Sementara itu, Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Malut, Arif BW kepada wartawan ngungkapkan, proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Polair dan Basarnas setelah mendapatkan informasi dari Yayasan dr. Share di Jakarta sekitar pukul 04.30 WIT yang menyampaikan bahwa kapal RSA dr.Lie sedang membutuhkan bantuan.

Usai mendapatkan informasi, Tim gabungan langsung bergerak ke Pelabuha  Ahmad Yani pukul 05.00 WIT dan pukul 06.30 WIT langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian. “Kami mendapatkan informasi bahwa Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan mengalami kebocoran di kamar mesin dan memerlukan bantuan," ujar Dit Polair Polda Malut.

Selanjutnya, kami kemudian menghubungi BASARNAS Perwakilan Maluku Utara untuk berkumpul di Pelabuhan Ahmad Yani pada puku 5.00 WIT, guna memberikan APP anggota kami melalui KABASARNAS dengan kapal Pandu Dewanata, dibantu Polairut dan langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP)," jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Sar Nasional (Basarnas) Perwakilan Malut, Mustari menjelaskan, ketika tim gabungan sampai ke lokasi untuk melakukan evakuasi, ternyata seluruh korban sudah terlebih dahulu dievakuasi ke salah satu kapal asing milik Tiongkok sambil menunggu kedatangan tim ganbungan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, akan tetapi kondisi para awak kapal dan korban lainnya masih dalam keadaan syok akibat kecelakaan tersebut. (rco)

Komentar

Berita Terkini