|

Demo PT NHM, Security Minta Jhon Tinggalkan Malut

Puluhan Security PT NHM saat menggelar aksi unjuk rasa di areal pertambahan, Jumat (21/7/2017)


TOBELO, Brindonews.com – Puluhan Security PT Nusa Halmahera Mineral (PT NHM)   yang tergabung dalam Aliansi Peduli Gosowong (SPG), Jumat (21/7) pagi melakukan demonstrasi  di areal pertambangan PT NHM yang berlokasi di Gosowong, Kecamatan Malifut, Kabupaten  Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Pada kesempatan itu, puluhan security ini mengancam akan mogok kerja lantaran kecewa dengan tata cara rekrutmen yang dinilai tak sesuai kesepakatan dengan pihak PT NHM. Bahkan massa aksi juga menuntut  agar Jhon Goun, selaku Direktur Operasional NHM dan Manager Sekurity NHM Raden Gunawan agar segera angkat kaki dari NHM.

Koordinator aksi, Iswan Hi Maaruf kepada media ini, Jumat (21/7) mengatakan pihak NHM telah melakukan pengingkaran rekrutmen berdasarkan wilayah lingkar tambang, sebagaimana dijelaskan dalam perjanjian. Akan tetapi, pihak NHM justru mendatangkan sejumlah security yang berasal dari luar Maluku Utara. “Jika persoalan ini tidak diselesaikan, kami akan terus mogok kerja,” kecamnya.

Iswan menambahkan, kedua petinggi NHM untuk segera angkat kaki karena sudah menciptakan hubungan  tidak harmonis antara serikat buru dan pihak industrial NHM. “Kami anggap NHM telah melanggar prosedur, dan pihak NHM juga memutuskan hubungan sepihak dengan serikat buru tanpa ada perundingan.” Ujarnya dengan nada kecewa.  

Terpisah, Ketua SPSI, Abdul Majid Marsaoly mempertanyakan beberapa karyawan yang di PHK tanpa alasan yang pasti,  sejatinya hal seperti ini harus dirundingkan antara serikat buru dan manager SDM NHM. “Harus ada alasannya, jangan PHK seenaknya saja," singkatnya.

Sekadar diketahui, aksi yang dilakukan sejumlah karyawan telah berlangsung selama dua hari, yakni sejak Kamis 20 Juli 2017 kemarin, hingga berita ini dipublish pendemo masih melakukan hearing bersama pihak NHM dan  Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Malut. (jr)


Komentar

Berita Terkini